Senin, 17 Juni 2019

JALAN SANTAI DAN SENAM MASAL MENYAMBUT HARI JADI KE-101 KOTA MOJOKERTO.

Berita Rajawali-Pada hari Senin (17 Juni 2019),bertempat di Lapangan Raden Wijaya,Kota Mojokerto,diadakan Jalan Santai & Senam masal dalam rangka Hari Jadi Kota Mojokerto yang ke-101,jam 06.30 sampai dengan selesai.Jalan sehat yang mampu menyedot atensi massa baik dari TNI,POLRI,OPD,ASN,Kader PSN,pelajar serta masyarakat umum tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan / Dinkes Kota Mojokerto.Kegiatan ini juga menjadi kampanye hidup sehat dengan slogan CERDIK,sebuah akronim yang bisa dijabarkan sebagai berikut :
- C : Untuk cek kesehatan secara rutin
- E : Untuk enyahkan asap rokok
- R : Untuk rutin olahraga
- D : Untuk diet gizi seimbang
- I :  Untuk istirahat cukup
- K : Untuk kelola stres.
Di samping itu,dalam pengarahannya Ibu Walikota Mojokerto juga menyampaikan Kampanye Germas ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ) & Diet Sampah Plastik,serta cuci tangan bersama secara benar.Dalam kesempatan ini diadakan pula tes kesehatan gratis oleh Puskesmas yang ada di Kota Mojokerto serta beberapa Rumah Sakit,baik negeri maupun swasta untuk semua yang hadir dalam acara di pagi hari yang cerah tersebut.Adapun rute yang dilalui dalam jalan santai tersebut adalah : Start-lapangan Surodinawan,Jalan Raya Surodinawan,Jalan Cinde,jalan raya Blooto,Jalan Kemasan,Kemasan Gang Makam,Jalan Suromurukan,Jalan Ketidur,& Finish di Lapangan Surodinawan.Di akhir acara,diadakan undian door prizze untuk peserta maupun untuk hadiah utama.(Di tulis oleh Ika & Dian,KIM Rajawali).


LOMBA LANSIA PERINGATAN HUT-101 KOTA MOJOKERTO,NING ITA DORONG SEMANGAT WARGA LANSIA UNTUK TETAP PRODUKTIF.

MOJOKERTO KOTA-Lomba adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kreaktivitas.Termasuk warga yang telah lanjut usia di Kota Mojokerto.Untuk itu Dinas Sosial Kota Mojokerto dalam rangka menyambut Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto menyelenggarakan momen khusus untuk warga lansia di Kota Mojokerto.Yaitu Lomba Lansia yang dibuka secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada Hari Minggu (16/6) di taman Kehati,jalan Raya Ijen,Kota Mojokerto,Lomba Lansia ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional yang jatuh pada 29 Mei lalu.Lomba yang digelar khusus untuk warga Lansia pada tahun ini yaitu Ibu Walikota Mojokerto.Lomba cipta kreasi daur ulang & lomba busana muslim.Lomba diikuti oleh kurang lebih 300 orang lansia yang berasal dari berbagai kelompok / organisasi lansia di Kota Mojokerto.Diantaranya adalah Komda Lansia,Yayasan Gerontologi,LVRI,PWRI,Pepabri,Karang Werda,Posyandu Lansia,& Kelompok Lansia di tingkat RT/RW.Mengawali sambutannya,Ning Ita menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peserta yang telah mengikuti lomba.Melalui kegiatan ini,Ning Ita berharap dapat meningkatkan komunikasi & kebersamaan diantara Lansia,mewujudkan & meningkatkan kesadaran para lansia,keluarga & masyarakat.Memaknai kehidupan berbangsa & bernegara melalui berbagai kegiatan terpadu antara masyarakat & pemerintah dalam rangka meningkatnya kualitas kesejahteraan para Lansia."Selain itu dengan digelarnya lomba bagi lansia ini diharapkan dapat memotivasi para individu,keluarga,organisasi sosial,masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia dengan mengembangkan jiwa & semangat kebersamaan menuju Lanjut Usia Sejahtera 2025,"kata Ning Ita."Dengan lomba kreasi daur ulang ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya "recycling life style ",yaitu gaya hidup memanfaatkan barang tidak terpakai/sampah menjadi produk baru yang mempunyai nilai seni & ekonomi dengan sentuhan kreativitas,"jelas Ning Ita.Ning Ita menambahkan bahwa lomba kreasi daur ulang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengurangi sampah,sekaligus sebagai media masyarakat & khususnya generasi muda lebih tertarik untuk berpartisipasi & terlibat dalam kreasi daur ulang.Melalui lomba menulis surat  untuk Walikota & lomba busana muslim,Ning Ita berharap agar dapat meningkatkan produktinitas para lansia di Kota Mojokerto.Karena menurut Ning Ita para Lansia dalam menyongsong masa tuanya haruslah terus memiliki semangat yang tinggi & berdaya guna.Menutup pengarahannya,Ning Ita berdoa agar warga Lansia di Kota Mojokerto akan senantiasa diberi kesehatan & keberkahan untuk terus berkarya.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,17 Juni 2019).

TORIQOH 65:SPIRIT IDUL FITRI.

Pembina Ikatan Toriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (ITQON) PP Darul Ulum Rejoso,KH Cholil Dahlan,Sabtu (15/6) menyampaikan pesan yang selalu disampaikan Syekh Abdul Qodir Aljilani setiap Idul Fitri.Yakni hadist Nabi Muhammad SAW,siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka sambunglah silahturahmi,muliakan tamu dan tetangga serta berkatalah yang baik atau diam."Menyambung silahturahmi ini maknanya luas"kata KH Cholil Dahlan.Pemgasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang ini lantas menjelaskan:
1.Umat Dituntut silahturahmi atau menyambung hubungan yang baik dengan sesama manusia.Meliputi keluarga,sanak dan saudara.Juga para guru dan sahabat.Dengan cara mendatangi mereka.Jika sudah wafat,maka kita ziarah kuburnya."Menurut Syekh Abdul Qodir Jilani,kita juga harus bisa silahturahim dengan alam dan lingkungan"jelasnya.Wal arham dalam QS Annisa 1 dan wa ulul arham dalam QS Al Anfal 75 bukan hanya berarti orang-orang yang pernah satu rahim dengan kita"ujarnya.Dijelaskan,dalam konteks silahturahmi juga yang pernah satu sekolah,satu pesantren,satu almamater.Bahkan meliputi alam dan lingkungan kita berada."Sebab alam dan lingkungan bagi kita juga seperti rahim.Tanpa alam dan lingkungan kita tidak akan bisa hidup"bebernya.Sebagaimana bayi yang dalam kandungan butuh rahim.Maka kepada binatang,kita juga harus bisa silahturahmi."Menempatkan binatang seperti posisinya.Misalnya dirawat yang baik.Kemudian waktunya disembelih,disembelih yang baik.Waktunya kurban dipakai kurban"jelasnya.Jika punya hewan peliharaan,jangan sampai dibiarkan kelaparan dan kehausan."Kepada tumbuh-tumbuhan,kita juga harus bisa silahturahim.Jangan sampai ditebangi secara liar"paparnya.Jika punya tanaman yang butuh disirami dan dipupuk,maka disirami dan dipupuk.
2.Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir harus memuliakan tamu dan tetangga."Caranya dengan membelanjakan uang.Yakni menyiapkan suguhan atau memberi hantaran"jelasnya.Inilah sebabnya jelang hari raya atau maleman kita diajari membuat jajan untuk suguhan tamu."Sejak proses membuat suguhan,kita sudah dicatat berpahala karena niatnya untuk memuliakan tamu"uranya.
3.Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir harus berkata yang baik atau diam."Tulisan termasuk salah satu bentuk ucapan.Bahkan sikap juga termasuk ucapan.Jadi tulisan dan sikap juga harus dijaga"bebernya.Orang yang bisa melaksanakan ketiganya,maka itulah tanda ibadah Ramadannya diterima sehingga pada saat idul fitri termasuk orang-orang yang diampuni segala dosanya.Sehingga seperti orang yang baru lahir dari rahim ibunya."Jadi intinya,spirit Idul Fitri adalah spirit untuk berbuat baik kepada siapa saja,spirit untuk senang sedekah dan spririt untuk tidak berbuat jelek kepada siapa pun baik dengan lisan,tulisan maupun perbuatan"pungkasnya.(Dikutip Radar Jombang,17 Juni 2019).

Minggu, 16 Juni 2019

JALAN SANTAI DALAM RANGKA DEKLARASI DAMAI PASCA PEMILU.

Berita Rajawali- Pada Hari Minggu (16/6) jam 06.00 sampai dengan selesai bertempat di Alun-alun Kota Mojokerto diadakan jalan santai & senam sehat dalam rangka Deklarasi Damai Pasca Pemilu yang diadakan oleh Polresta Mojokerto & dihadiri oleh Forkopimda Kota Mojokerto dihadiri oleh ribuan peserta baik dari Kota Mojokerto maupun luar Kota Mojokerto .Jalan sehat yang diberangkatkan oleh Bapak Kapolresta Mojoketo,AKBP Sigit Dany Prasetyo,SH,SIK,juga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara / Ulang Tahun POLRI yang ke-73 melewati rute Jalan Majapahit,Jalan KH Achmad Dahlan,Jalan Residen Pamuji,Jalan Jaksa Agung Suprapto & Finish kembali ke Alun-alun Kota Mojokerto ini dilanjutkan dengan senam pagi bersama.Para peserta yang beruntung mendapatkan doorprize dari panitia.Selanjutnya dibacakan Deklarasi Damai Pasca Pemilu,yang pada intinya,"BERSATU,INDONESIA DAMAI,TOLAK KERUSUHAN,JAGA JAWA TIMUR,& UNTUK INDONESIA DAMAI" yang dibacakan secara langsung oleh Bapak Kapolresta yang diikuti oleh semua peserta yang hadir saat itu.Pada akhir acara dilanjutkan dengan pembagian Hadiah Utama.Acara yang menyedot antusias massa ini juga diliput oleh berbagai media massa & menambah khasanah kemeriahan Kota Mojokerto.(Di tulis oleh Ika & Dian,yang berada di lokasi acara,KIM Rajawali).

HALAL BIHALAL PAFI CABANG KOTA MOJOKERTO.

Berita Rajawali:Pada Hari Minggu (16/6) jam 10 pagi bertempat di kediaman Ketua PAFI/Persatuan Ahli Farmasi Kota Mojokerto mengadakan acara Halal-Bihalal di kediaman Ibu Ketua PAFI Kota Mojokerto,Retno Setyo Feri Wilujeng AMd,Farm,Banjar Mlaten,Lengkong,Mojoanyar,Kabupaten Mojokerto dengan tema "KEINDAHAN SALING MEMAAFKAN UNTUK MENYAMBUT HARI KEMENANGAN yang dihadiri oleh seluruh anggota PAFI baik dari Apotek,PKM, serta Puskesmas yang ada di Kota Mojokerto.Acara tersebut dihadiri juga oleh Bapak Ketua PAFI Jawa Timur,DRS Hendro Tri Pancoro,Apt,MM.Dalam halal bihal tersebut dibahas juga tentang keorganisasian PAFI & agar semua masalah dapat segera terselesaikan.Di akhir acara,diadakan undian doorprize bagi para undangan yang hadir. & beruntung.(Ditulis oleh Sri Suharti,Anggota PAFI Cabang Kota Mojokerto,Ibunda dari Ika,Dian & Nana,KIM Rajawali).


Jumat, 14 Juni 2019

KIM RAJAWALI MENGIKUTI DONOR DARAH DALAM RANGKA HARI DONOR DARAH SEDUNIA DAN HUT KOTA MOJOKERTO KE-101..

Berita Rajawali-Pada Hari Jumat (14/6) jam 07.30 WIB sampai dengan selesai bertempat di kantor Palang Merah Indonesia/PMI Cabang Kota Mojokerto,Jalan Hayam Wuruk Nomor 1,Kota Mojokerto diadakan acara Donor Darah dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia,mengambil tema "SAFE BLOOD FOR ALL"/ darah yang aman bagi sesama, yang tepat jatuh pada tanggal tersebut yang juga bertepatan dengan hari jadi Kota Mojokerto yang ke-101.Dalam acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh Forkopimda Kota Mojokerto saja,tetap juga dari luar Kota Mojokerto serta seluruh anggota Donor Darah Sukarela/DDS yang ada,tak terkecuali,Ibu Walikota Mojokerto,Ika Puspitasari yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Mojokerto ikut berdonor darah dengan didampingi oleh Bapak Walikota,Achmad Rizal Zakaria.Di akhir pengambilan darah oleh para pedonor,di berikan bingkisan Sembako oleh PMI Cabang Kota Mojokerto yang dipimpin oleh Ibu dr.Widyastuti.Acara yang juga diliput oleh semua awak media ini berjalan dengan lancar & sukses.

Ayo Donor Darah,karena setiap setetes darah kita bisa membantu kesembuhan & keselamatan jiwa sesama.
Donor Darah itu keren & berpahala,salah satu tabungan akhirat kita.
Ajak siapa saja yang kita kenal untuk berdonor darah secara rutin & teratur,karena Donor darah itu BERAMAL & SEHAT.

------------------------------- Syarat Donor Darah ----------------------------------------
* Berusia 17 sampai 60 tahun
* Sehat
* Berat Badan minimal 45 kg
* Suhu tubuh : 36,6-37,5 derajat celcius/oral
* Tekanan darah normal yaitu :
_ Sistole : 110-160 mm Hg
_Diastole : 70-10 mm Hg
* Haemoglobin :
_Wanita minimal 12
_Pria,minimal 12,5
* Tidak minum obat 3 hari sebelum donor
* Istirahat sebelum donor minimal 5 jam
* Tidak dalam keadaan haid/menstruasi,hamil & menyusui bagi pedonor khusus wanita
* Jumlah donor per tahun maksimal 5 kali.Dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan.Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umur calon donor.
( Sumber : Selebaran dari PMI Pusat ).

(Report by Ika,Donor Darah Sukarela/DDS 25 kali,& Dian,Donor Darah Sukarela/DDS 5 kali,KIM Rajawali)."Kami bukan orang yang kaya-raya,yang banyak uang & harta untuk bisa beramal,tetapi  setetes darah kami,berguna untuk sesama,".

BINROHTAL 661:BERSIH DARI DENGKI.

Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang,Kamis (13/6),pengasuh Pesantren Tebuireng Putri,KH Fahmi Amrullah menjelaskan pentingnya akhlak mulia."Salah satu akhlaq mulia yang mampu mengantarkan seseorang ke surga adalah membersihkan hati dari sifat iri,hasud atau dengki atas nikmat yang diterima orang lain"jelasnya.Orang yang ibadahnya sukses pada bulan Ramadan,pasti akhlaknya semakin bagus.Salah satu ukuran keberhasilan ibadah seseorang adalah mengamalkan melalui 'akhlakqul karimah' dalam amaliah sehari-hari."Setiap muslim pasti merindukan surga.Hanya cara mencapainya bermacam-macam.Ada yang mengandalkan ibadahnya,ada yang mengandalkan sedekahnya,ada juga yang ingin surga melalui akhlakqul karimah"bebernya.Beliau lantas cerita,suatu ketika Nabi Muhammad SAW sedang kumpul dengan para sahabat.Nabi lalu berkata:Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni surga.Sejurus kemudian seorang pria dari kalangan Anshor lewat di hadapan mereka.Air bekas wudhu menetes dari sela-sela jenggotnya,sementara tangan kirinya terlihat sedang menenteng sandal.Keesokan harinya Nabi mengatakan hal yang sama,dan lelaki Anshor itu kembali melintas di hadapan para sahabat.Peristiwa tersebut berulang lagi pada hari ketiga dan tentu saja memancing rasa penasaran para sahabat.Siapa sebenarnya lelaki penenteng sendal itu?Diam-diam salah seorang sahabat,Abdullah bin Amr Ash,membuntuti lelaki tersebut."Aku sedang berseteru dengan ayahku.Aku bersumpah tak akan pulang ke rumah selama tiga hari.Jika diizinkan,aku ingin menginap di rumahmu selama tiga hari"kata Abdullah kepada lelaki itu".Silahkan sambut lelaki Anshor.Abdullah pun bermalam disana sampai tiga hari.Dalam pengamatanya,selama rentang waktu itu,tak ada amalan spesial dari pria yang dikatakan Rasulullah sebagai ahli surga tersebut.Ia tak menjumpai sama sekali lelaki Anshor itu melaksanakan salat malam.Hanya saja,tiap kali membolak-balikkan badan di ranjangnya,lelaki ini juga tak pernah berbicara kecuali yang baik.Secara kasat mata,amalan lelaki Anshor ini tidak ada apa-apanya dibanding amalan sebagian sahabat yang begitu giat beribadah sepanjang waktu.Mereka bahkan sanggup bermunajat semalaman hingga terbit fajar kala kebanyakan orang masih terlelap di atas kasurnya.Dari hasil 'investigasi'tersebut,hampir saja Abdullah meremehkan amalnya,sebelum akhirnya ia berterus terang seputar sandiwaranya:sesungguhnya ia tak punya masalah apa-apa dengan sang ayah.Abdullah lantas bercerita tentang statemen Rasulullah tentang ahli surga yang bikin penasaran itu,dan menginap tiga hari adalah cara untuk menguak rahasia amal si lelaki Anshor untuk ia tiru."Jujur saja,aku tidak melihat kau melakukan amal ibadah yang banyak.Lantas amalanmu mana yang membuat Rasulullah SAW berkata demikian?"tanya Abdullah."Tidak ada yang lain kecuali seperti yang kau saksikan,"jawabnya.Abdullah berpaling hendak pergi namun langkahnya tertahan setelah lelaki Anshor itu memanggilnya."Tak ada amalan kecuali sebagaimana yang engkau lihat.Hanya saja,dalam diriku secuil pun tak ada keinginan menipu orang.Muslim pun, & tidak pula aku pernah dengki kepada siapapun atas nilmat yang Allah SWT berikan kepadanya.""ternyata amalan inilah menyebabkan kau memperoleh keistimewaan itu,amalan yang tidak mampu kami lakukan,"simpul Abdullah bin Amr bin As.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,14 Juni 2019).

Kamis, 13 Juni 2019

MOJOKERTO PUNYA CERITA:AWAL TERBENTUKNYA BATAS WILAYAH KOTA MOJOKERTO..

Sepekan lagi,Kota Mojokerto akan melewati usia satu abad.Tepat pada 20 Juni 2019 nanti,Kota Onde-onde bakal memperingati hari jadi ke-101 tahun.Itu setelah kota kecil ini memproklamirkan hari lahir sejak 1918 silam.Tapi,sebelum terbentuknya pemerintahan kota,wilayah yang memiliki 3 Kecamatan pernah menjadi tempat tinggal khusus orang asing sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto.Sejarawan Ayyuhannafiq menceritakan,nama Mojokerto secara resmi digunakan sebagai nama kabupaten pada 1838.Sebelumnya,perubahan nama Japan menjadi Mojokerto ini bernama Kadipaten Japan.Menurutnya,perubahan nama Japan menjadi Mojokerto setelah perpindahan pusat pemerintahan dari Kauman Soeko Lor ke Kampung Kauman yang sekarang."Nama Japan diubah oleh Bupati Tjondonegoro menjadi kabupaten Mojokerto,"terangnya,Dia menyatakan,perubahan nama tersebut kemudian diperkuat dengan keputusan pemerintah kolonial.Saat itu,perubahan nama tidak hanya terjadi di Mojokerto aja,tetapi juga beberapa nama daerah lainnya.Antara lain,daerah Wirosobo yang diganti menjadi Mojoagung & Kabupaten Sidokare yang diubah menjadi Sidoarjo.Selain itu,juga ada & nama Banger yang diganti dengan nama Kabupaten Probolinggo,serta beberapa nama daerah lainnya.Bahkan,selain nama kota,pemerintah kolonial juga melakukan perubahan beberapa nama sungai,gunung,hingga nama pulau."Kemungkinan pergantian nama itu dilakukan karena pemerintah sedang menata indeks nama pada peta baru yang dibuat,"ulasnya.Setelah ditetapkan sebagai Kabupaten Mojokerto,pemerintah Belanda membuat kebijakan agar orang asing tidak boleh tinggal disembarang wilayah.Sekitar dekade akhir abad ke-19,kolonial membentuk zona wilayah yang khususkan sebagai tempat tinggal para warga nonpribumi.Orang asing tersebut meliputi warga Eropa,Jepang,Keturunan Arab,& Tionghoa.Mereka hanya diperbolehkan tinggal dikawasan perkotaan saja."Karena itu dilakukan penetapan batas wilayah perkotaan,"tandasnya.Yuhan menjelaskan,untuk menetapkan batas pusat kota di Mojokerto dikeluarkanlah besluit Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang ditetapkan 20 September 1887.Landasan hukum pemerintahan kolonial itu memuat tentang penetapan batas pusat kota di beberapa wilayah,salah satunya di Kabupaten Mojokerto.Dia merincikan,sehingga ditetapkan bahwa batas pusat kota di Kabupaten Mojokerto dimulai dari Jalan Hayam Wuruk (Brantasweg),Jalan Brawijaya (Westenweg),sampai Jembatan Sinoman,Jalan Raden Wijaya (Zuidenweg(,dan Jalan Pahlawan-Gajah-Mada (Oostenweg)."Desa atau kampung yang ada di dalam batas itulah orang asing boleh tinggal"bebernya.Pak Yuhan menyebutkan,khusus warga keturunan Tionghoa kemudian diberikan tempat yang dinamakan Pecinan yang berada di barat Alun-Alun Mojokerto.Pecinan yang membentang sepanjang Kediristraat atau Jalan Majapahit itu kemudian menjadi pusat perniagaan Mojokerto.Di samping sebagai batas tempat tinggal warga asing di dalam kawasan tersebut juga menjadi pusat pemerintahan sekaligus menjadi Ibu Kota Mojokerto.Itu ditandai dengan adanya Alun-Alun Mojokerto,serta pendapa pemkab dan gedung DPRD.

DITETAPKAN  JADI  PEMERINTAHAN.

Sementara itu,bermula dari pembuatan batas wilayah pusat kota tersebut,pemerintah kolonial kemudian memutuskan untuk membentuk pemerintahan yang baru.Hingga akhirnya,secara resmi Belanda mendirikan Gemeente atau Pemerintah Kota Mojokerto.Keputusan itu berdasarkan dikeluarkannya stadbald oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tanggal 20 Juni 1918.Setidaknya,selama masa pra kemerdekaan & revolusi,Kota Mojokerto tercatat pernah dipimpin oleh 4 Walikota.Diantaranya adalah L.Van Dijk pada periode 1936-1940,& HD Vqn Werkum 1940-1941.Sementara pada masa pendudukan Jepang sempat di nahkodai Ki Ro Da sejak 8 Mei 1945 hingga 15 Agustus 1945.Dia menjelaskan,setelah terbentuknya Pemerintahan Republik Indonesia / RI, Kota Mojokerto berstatus sebagai kota kecil.Untuk mengisi pimpinan di Kota Onde-Onde,Gubernur Jawa Timur Samadikoen kemudian menunjuk R.Soedarsono Poespo Wardojo sebagai Walikota Mojokerto pertama pasca kemerdekaan.R.Soedarsono sebelumnya pernah tercatat berdinas sebagai Asisten Wedono atau Camat Mojokerto.Kecamatan Mojokerto itulah yang kemudian menjadi cikal bakal wilayah Kota Mojokerto."Karena masuk katagori kota kecil,maka Kota Mojokerto saat itu belum sepenuhnya otonom.Karena masih harus mendapat persetujuan dari pemerintah Kabupaten Mojokerto,"tambahnya.Seiring berjalannya waktu,keberadaan Kota Mojokerto berlangsung hingga saat ini.Wilayahnya kini juga telah mengalami pemekaran hingga menjadi 3 Kecamatan.Tepat 20 Juni 2019 nanti Kota Onde-Onde telah melewati seabad & menginjak usia 101 tahun.(Di kutip dari Radar Mojokerto,Jawa Pos,13 Juni 2019).

Rabu, 12 Juni 2019

Binrohtal 659 : Mengisi Lebaran

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Polres Jombang Selasa (11/6),Pengasuh PP Hidayatul Quran Tembelang,Ustad Yusuf Hidayat menjelaskan pentingnya lebaran."Lebaran harus kita isi dengan hal-hal positif sebagai bukti keberhasilan ibadah kita di bulan Ramadan,"tuturnya.Pada saat lebaran,orang-orang biasa menyajikan ketupat."Ketupat itu maknanya mengaku lepat & laku papat (4),"jelasnya.Ngaku lepat diwujudkan tradisi sungkeman.Bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun.Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua,bersikap rendah hati,memohon keikhlasan & ampunan dari orang lain khususnya orang tua.Sedangkan laku papat (4) artinya 4 tindakan dalam perayaan lebaran.
1. Pertama,lebaran bermakna usai,menandakan berakhirnya waktu puasa.Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.
2. Kedua,luberan.Bermakna meluber & melimpah.Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin.Pengeluaran zakat fitrah menjelang lebaran selain menjadi ritual yang wajib dilakukan umat Isalam,juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.
3. Ketiga,leburan.Maknanya adalah habis & melebur.Maksudnya pada momen lebaran,dosa & kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
4. Keempat,laburan.Berasal dari kata labur atau kapur.Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.Maksudnya,supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir & batin satu sama lain.
Pada saat lebaran ada 3 hal pokok yang harus kita perbanyak ;
- Silaturrahim
- Saling memohon maaf
- Sedekah
Tiga hal ini sangat banyak fadilahnya disisi Allah SWT.Selain bisa memanjangkan umur,juga meluaskan rezeki.Libur lebaran harus benar-benar dimanfaatkan untuk 3 hal tersebut.(Di kutip dari Radar Jombang,Jawa Pos,12 Juni 2019).

Label : KEGIATAN